TENTANG KMI (KULLIYYATUL MU’ALLIMAT AL-ISLAMIYYAH) PUTRI NDM

 

A. Latar Belakang Berdiri

KULLIYYATUL MU’ALLIMAT (KMI) adalah sebuah lembaga pendidikan non formal setingkat SMA yang bernanung di bawah PONDOK PESANTREN NAHDHATUL MUSLIMAT (NDM) Surakata, sebuah lembaga pendidikan khusus putri yang telah lama berdiri, yakni pada tahun 1951 M yang berkedudukan di Jl. Trisula, No. 46 Kauman, Pasar Kliwon, Surakarta.

Dalam perjalanannya, Pondok Pesantren NDM mengalami pasang surut. Pada era 50-an hingga 70-an NDM menjadi lembaga pendidikan yang sangat maju pada zamannya dan memiliki jumlah santri yang cukup lumayan. Namun, pada masa-masa berikutnya NDM mengalamai stagnasi bahkan kemunduran yang luar biasa; hingga nyaris berhenti dan ditutup.

Namun, Allah berkehendak lain, pada awal tahun 2000, PONDOK PESANTREN NDM di bawah asuhan KH. Ahmad Fadholi, Sp. kembali memperlihatkan geliatnya dengan nuansa, corak, dan segmen peminat yang baru. Pondok Pesantren NDM dengan lembaga pendidikan formalnya, MTs NDM, mengalamai perkembangan yang cukup pesat dan mulai diminati oleh lapisan masyarakat, baik di sekitar kota Surakarta maupun luar Surakarta, bahkan luar Jawa.

Di saat yang sama, mulai dirasakan akan kebutuhan mencetak ustadzah yang memiliki kemampuan untuk mengajar mata pelajaran kepondokan dan tsaqofah Islam di MTs. Maka, pada tahun 2008 M dengan sangat sederhana, SDM yang masih jauh dari cukup, dan sarpras serta infrasturktur yang jauh dari kata memadai, dengan modal tawakkal kepada Allah, KH. Ahmad Fadholi, dibantu dengan beberapa ustadzah senior, bertekad memenuhi kebutuhan tersebut dengan mendirikan lembaga pendidikan non formal dengan nama KULLIYYATUL MU’ALLIMAT AL-ISLAMIYYAH yang saat itu belum ada kantor, dan infrastruktur lainnya, kecuali hanya kelas yang di adakan di Mushalla dan di ruang asrama santri MTs.

Seiring perjalanan waktu, KMI Putri NDM justru telah jauh melampui dari tujuan awal didirikan, yakni mencetak ustadzah untuk siswi-siswi MTS. KMI NDM–dengan idzin Allah –, selain telah mencetak alumni yang kini mengajar di MTs, telah berhasil mencetak alumni yang berhasil melanjutkan pendidikan tinggi di perguruan tinggi di bidang Bahasa Arab maupun pendidikan Islam, selain juga jurusan yang lain. Bahkan sebagian alumni berhasil melanjutkan study di Universitas Islam terkemukan di luar negeri, Al-Azhar Mesir.

Melihat anugerah Allah yang besar di atas, KMI mensyukurinya dengan terus mengembangkan diri menuju yang lebih baik lagi. Hingga pada pertengahan tahun 2015 KMI diamanahkan kepada Ustadz Utsman Zahid as-Sidany. Di masa beliau, KMI berusaha untuk mengembangkan diri dan berusaha melanjutkan capaian-capaian yang sebelumnya telah dicapai, di samping beruha memperbaiki aspek administrasinya.

Dan pada akhir tahun 2017 Allah memberikan anugerah kepada KMI seorang dermawan yang rela menyumbangkan sebagian besar hartanya, sehingga KMI dapat membangun gedung tiga lantai, yang insyaAllah cukup memadai dan nyaman untuk proses kegiatan belajar mengajar dan kebutuhan administrative.

 

B. VISI & MISI

1. VISI

  • Mencetak generasi yang memiliki Syakhshiyyah Islamiyyah (Kepribadian Islam)
  • Menyiapkan basic bagi para calon pakar di bidang Tsaqafah Islam; Fiqh, Ushul Fiqh, Hadits, Tafsir, dan atau Bahasa Arab
  • Mencetak generasi yang siap membimbing masyarakat menuju perubahan ke arah Islam

2. MISI

  • Mencetak generasi yang memiliki pemahaman Islam yang cukup dan pengamalan Islam yang baik yang dihiasi dengan akhlaq yang mulia
  • Mencetak generasi yang memiliki kemampuan memahami Islam dari al-Qur’an dan Sunnah Nabi saw. melalui turats para Mujtahidin dan fuqaha’
  • Mencetak guru pengajar tsaqafah Islam yang memiliki kemampuan Bahasa Arab yang memadai
  • Menyiapkan bekal peserta didik untuk melanjutkan kuliah di perguruan Islam ternama, di bidang Tsaqafah Islam dan Bahasa Arab, baik di dalam maupun di luar negeri.

 

C. JENJANG PENDIDIKAN

KMI merupakan jenjang pendidikan Tingkat Menengah Atas (setara dengan SMA/MA) yang pendidikannya di tempuh selama empat (4) tahun, Pada tahun ke tiga (3 siswi mengikuti ujian paket C, dan pada tahun ke empat (4) fokus pada mapel pondok (tsaqafah dan bahasa Arab) serta belajar berkhidmah kepada lembaga pondok. Pada tahun terakhir dilakukan ujian kompre sebagai ujian akhir.

 

 D. KURIKULUM (FILOSOFI, PEMBAGIAN, DAN LEVELING MAPEL)

     Kurikulum KMI dirangkan dengan dua filosufi; jangka pendek dan jangka panjang.

  • JANGKA PENDEK: MEWUJUDKAN SYAKHSHIYYAH (‘AQLIYYAH & NAFSIYYAH) ISLAMIYYAH, Melalui Tatsaqquf Dg Tsaqafah Islam & Pengamalan Terhadap Konsekuensinya.
  • Jangka Panjang: Menyiapkan Basic Bagi Calon Pakar Di Bidang Fiqh, Ushul Fiqh, Tafsir, Hadits, Dan Atau Bahasa Arab

Oleh sebab itu, pembagian Mapel disesuaikan dengan dua filosufi tersebut. Yaitu Dua Jenis Mapel: Mapel Pondok Dan Mapel Umum (Untuk Menempuh Paket C). Mapel pondok diklasifikasi menjadi tiga level:

  • PRIMER: Mata pelajaran pembentuk basic skill keahlian tsaqafah Islam dan Bahasa Arab; ex: Nahwu, Sharaf, Qira’ah Kutub, Balaghah, Fiqh, dan Hadits Akhlaq.
  • SEKUNDER: Ushul Fiqh, Hadits Ahkam, Musthalah Hadits, Ulum Qur’an, Tafsir, dan Sirah Nabawiyah.
  • TERSIER: Tahfizh Qur’an 7 Juz

Sedangkan Mapel UMUM dirancang untuk tujuan:

  • Membekali siswa dengan pengetahuan dan skill yang dibutuhkan dalam kehidupan dunia
  • Menyiapkan siswa untuk dapat menempuh dan berhasil mendapat Ijasah setara SMA/MA yang menjadi syarat untuk melanjutkan pendidikan tinggi formal
  • Secara filosofis KMI tidak diarahkan untuk mencetak para calon ahli/pakar di bidang ini.

Close Menu